GALAU VS GAUL
(by : AN , Sebuah Refleksi Diri )
Fenomena “Galau” menjadi hal yang tidak asing lagi bagi
remaja masa kini. Galau seolah menjadi sebuah Trend untuk menggambarkan keadaan
yang tidak menentu, resah, gelisah, bete, bimbang, ragu, bingung dan
sebagainya. Tapi sebenarnya, apa sieh makna galau yang sebenarnya? Let’s
Cekidot!!!
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) edisi IV
(2008) halaman 407 dikatakan “ galau “ berarti
kacau (tentang pikiran) ; “ bergalau” berarti (salah satu artinya) kacau tidak
karuan (pikiran) ; dan “kegalauan” berarti sifat (keadaan hal) galau. Jadi
kalau merujuk ke definisi kamus KBBI, keadaan galau adalah saat pikiran kacau
tidak karuan. Orang yang tengah galau pikirannya kacau. Galau seolah ditujukan pada hal-hal abstrak yang
sejatinya bermakna negatif. Galau kian menjadi kata familiar karena remaja
biasanya tertarik pada hal-hal abstrak alias nggak jelas (uppSsSSs ^_^)..
Apapun yang berhubungan dengan galau pun
makin populer dengan dituliskannya di
berbagai situs jejaring sosial mulai dari Facebook, Twitter, Tumblr, Blog etc..Salah
satu teman sekelas saya dStatus FB nya mengatakan bahwa ” galau itu sama kayak makan kerupuk. gak pernah kenyang. kalo
galau, ga ada abisnya”. Ada lagi teman saya yang lain yang mengatakan “galau
itu kayak angin.menerpa dari segala arah tapi kita gak tau darimana asalnya”..Kreatif banget dah teman2 saya itu..ZzzZZ..Sampai ada salah 1
stasiun TV Swasta yang membuat sebuah acara untuk orang-orang galau, sebut saja
nama acara itu”Galau Nite”. Rupa-rupanya galau semakin merajalela, kawan..
Tapi haruskah kita
galau?Hanya karena itu menjadi seolah suatu “keharusan” atau “kewajaran” dalam
kehidupan?Mau jadi “generasi galau”?Yang lantas berdiam diri,murung, sedih &
kehilangan harapan?hilang kepercayaan diri?Haduh...nggak
banget,Sista,Brotha..^^
Adakalanya kita boleh saja galau, kita berhak galau, tapi
galau tidak berhak mematikan harapan-harapan kita..Bukankah dalam setiap
kesulitan hidup selalu ada kemudahan setelahnya? ALLAH.SWT telah berfirman dalam surat Al Insyirah ayat 6:
“ Inna ma’al usri yusro”
Artinya
: “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”
Ada
lagi firman ALLAH.SWT dalam surat Ar Rahman yang berulang-ulang disebutkan :
“ Fabiayyia laa irobbikuma
tukdziban “
Artinya
: “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”
Dari
firman ALLAH yang sudah disebutkan diatas, jadi apa yang bisa kamu simpulkan?
Ya,
begitulah ALLAH mengatur kehidupan, setiap kesulitan yang kita hadapi, pasti
ada kemudahan setelahnya. Jadi jangan mentang2 lagi galau, kita malah menjadi
pasif dan tak berusaha mencari solusi dari masalah kita tersebut. Janji ALLAH
itu tak pernah ingkar, guys. Tinggal kitanya yang berikhtiar mencari cara
keluar dari kegalauan itu. Lalu dalam surat Ar Rahman tadi pun jelas kembali
mengingatkan kita bahwa nikmat ALLAH itu begitu luas dan bertebaran dimuka
bumi. Kita tidak bisa mendustakan itu semua. Mulai dari nikmat sehat, indra
tubuh yang lengkap, bernapas, bisa kuliah, bersosialisasi, de el el. Lalu di
bagian manakah ALLAH mengecewakanmu? Jelas-jelas nikmat ALLAH menyelimutimu,
lalu kenapa kamu mesti tenggelam dan terbuai dalam kegalauan yang menyengsarakanmu?
Lebih baik memanfaatkan apa-apa yang sudah diberikan-NYA untuk berbuat
kebaikan.
Bagaimana?
Setelah merefleksi diri, masihkah ingin jadi “generasi galau”? (saya
menyebutnya Galau-ers, hehe ^^)..Pikirkan dirimu kawan, ada banyak hal-hal
bermanfaat yang bisa kamu berikan pada kehidupan sekitar, daripada hanya
berkutat dalam 1 masalah yang(sebetulnya) sepele..